Kamis, 18 Maret 2010

Meraih masa depan bersama allah

1. NIAT yang ikhlas

Niat ikhlas merupakan salah satu senjata kita untuk menghalau duka dan derita ketika dalam suatau pencapaian kita menentukan halangan

Setiap apa yang kita lakukan semua berawal dari niat. Begitu pula amal yang kita dapatkan bermuara pada apa yang diniatkan.
Segala sesuatu memang tergantung pada niat. Apabila niatnya benar maka benar pula amalnya. Apabila niatnya rusak maka rusak pula amalnya dan segala upaya yang dilakukan akan menjadi sia sia. Niat adalah maksud atas sesuatu yang disertai upaya untuk mngerjakannya. Mungkis saja kita melakukan hal yang sama dengan orang lain, namun niatnya pulalah yang menjadi pembeda.
Raihlah masa depan kita dengan meniatkan semua karena allah swt. Dengan keikhlasan hati allah akan memudahkan apa yang kita inginkan. Keikhlasanlah yang menjaga kita agar pencapaian tidak membinasakan kita.
Oleh karena itu, tanpa keikhlasan kerap kali kita dibutakan oleh keindahan dan pesona dunia. Padahal kehidupan ini bukanlah apa-apa dibandingkan kehidupan di akhirat.
Meraih masa depan dengan ikhlas akan mngurangi ketakaburan kita ketika pencapaian didapatkan, dan mngurangi kekecewaan ketika mendaptkan kegagalan atau kegagalan menghadang. Setiap niat ikhlas, benar, dan ditujukan kepada allah akan mngubah perbuatan kita menjadi ibadah. Meraih masa depan adalah ibadah. Melakukan segalanya lebih baik dari hari ke hari adalah ibadah.

2. Berani BERJUANG

Kita harus menjadi pahlawan bagi diri kita sendiri dengan memperjuangkan apa yang kita inginkan dan apa yang ingin kita raih dalam hidup.

Tidak perlu ada yang harus dikhawatirkan dalam menggapai masa depan, Allah pasti menolong segala niat baik kita untuk mewujudkannya. Terlalu naïf jika kita menginginkan sesuatu keadaan yang enak tanpa bersusah payah terlebih dahulu. Kita harus mengingat bahwa segala sesuatu butuh perjuangan. Apapun yang dihasilkan melalui perjuangan akan terasa lebih manis.
Duni ini memberikan banyak keindahan, namun untuk mencapainya diperlukan perjuangan. Jangan bersikap manja dengan fasilitas yang diberikan oleh allah. Berjuanglah untuk mendapatkan apa-apa yang telah allah siapkan untuk kita.
Allah memberikan banyak kesulitan dalam perjuangan kita, namun begitu banyak hikmah dan kebaikan yang bisa kita dapatkan di baliknya. Selain itu, kadar kesulitan sepanjang perjuangan kita tidak pernah melampaui batas kekuatan kita. Kita pun tidak perlu takut ujian-ujian itu akan membuat kita mati kutu. Kita harus percaya Allah memberikan masalah sesuai kesanggupan kita.
Ketika kita mengikuti ujian di sekolah, bukankah soal-soal yang diberikan oleh pihak sekolah berdasarkan pelajaran yang sudah di pelajari dan di berikan ? Sangat tidak mungkin ketika ujian kelulusan SD kita diberikan soal-soal ujian SMP. Tentu saja tidak demikian bukan ? Nah, begitulah juga dengan ujian dari Allah, Allh mngetahui ujian yang paling bisa kita lalui sesuai kemampuan.

3. Memang TIDAK MUDAH


Mencapai suatu kesuksesan tidak semudah membalikan telapak tangan karena kalau perlu kita harus mencucurkan darah penghabisan untuk sebuah impian.

Allah melatih kita untuk berusaha. Berusahalah untuk diri kita sendiri. Allah tidak menghendaki sesuatu pun dari usaha kita, apa yang kita usahakan adalah demi diri kita sendiri.
Memang menjalani hidup ini tidak mudah, namun hendaklah kita juga tidak mempersulitnya. Lakukan segalanya dengan daya dan upaya yang maksimal. Jangan menyerah sebelum semua pintu kita masuki. Bahkan, kita harus meyakini bahwa ketika pintu yang satu tertutup maka pintu yang lain akan terbuka lebar untuk kita.
Ada ungkapan bijak yang sering diungkap. “ Jika ingin jadi pohon kelapa, harus berani menghadapi tiupan angin. Namun, jika takut ditiup angin, menjadi rumput saja. “ Menjadi rumput itu memang aman, tidak mudah di goyang oleh tiupan angina. Hanya sayang, jika mengambil buah kelapa harus mendongkangkan kepala dan memanjat. Sedangkan rumput harus rela di injk injak di bawahnya.
Jadi, memang tidak mudah meraih masa depan yang gemilang. Kita harus bersakit sakit dahulu, hingga kita mencapai tepian yang kita harapkan. Akan tetapi, tiap tiap prestasi yang kita raih akan bermakna lebih ketika kita melalui tahapan kesulitan. Jangan berhenti berusaha walaupun cobaan terus menghadang, karena banyak makna yang bisa kta dapatkan.

4. Semua tergantung DIRIMU

Kita harus bertanggung jawab pada semua keinginan dengan berusaha mewujudkannya.

Imam asy-Syafii rahimakumullah pernah berkata, “ keinginan manusia itu tidak akan semuanya terpenuhi.” Oleh karena itu, hendaklah engaku mengambil sesuatu yang dapat memperbaiki kehidupanmu, dan peganglah erat-erat, jangan engkau lepaskan. Tinggalkanlah selainny dan janganlah kamu merasa berat karenanya.”
Masa depan tergantung dirimu. Apaka kamu ingin mencapainya atau tidak. Tidak peduli lingkungan apa yang disajikan oleh alam untukmu, namun jika keinginanmu sedemikian bulat untuk menjadi manusia baru yang lebih baik, maka kamu akan berusaha keras untuk mendapatka masa depan itu.
Lingkungan, ornag tua, sahabat memang dapat mempengaruhi pikiranmu. Namun, apapun langkah yang akan dilakukan terserah pada pikiranmu. Apakah kamu akan mengalir seperti lingkungan, berjalan ke mana orangtua mengajakmu, menjadi seperti sahabatmu, atau kamu akan berjuang menjadi dirimu sendiri. Melangkah dengan penuh keyakinan bahwa kamu akan melakukan sesuatu yang berbeda dan lebih baik dibandingkan lainnya.
Menetang arus bukanlah sesuatu yang mudah. Mungkin kita akan mendapatkan cemoohan, ejekan, cacian, tapi kamu harus menjadikan semuanya sebagai bagian dari proses pencapaian. Tetaplah menjadi dirimu sendiri, semua memang tergantung pada dirimu. Mau maju atau tidak ? Apakah kamu ingin ikut terpuruk bersama mereka atau ingin maju sepert orang orang d depanmu. Semua ada padamu. Kamu yang memilih !


5. Allah pasti MENOLONG
Tentu saja kita tidak akan bisa melakukan segalanya sendirian. Yakin saja, Allah selalu menolong segala kesulitan

Allah tidak akan memberikan sesuatu untuk kita melainkan Dia telah menjelaskan dalam al-Qur’an dan sunnah Rasulullah bahwa semua yang diberikannya bermanfaat bagi kita. Tidak ada suatu kebaikan, melainkan Allah menunjukannya kepada kita dan tidak ada suatu kejelekan melainkan Allah mengingatkannya kepada kita.
Ketika kita sudah bersusah payah dalam menggapai masa depan. Bersabarlah! Sabar adalah pelita dan buatlah diri kita memiliki alasan atas ujian yang Allah berikan, apapun, baik yang kita sukai ataupun yang tidak kita sukai. Allah akan memberikan seluruh kebaikan-Nya untuk kita.
Allah tidak akan membiarkan kita sendirian. Allah akan selalu memberikan bimbingan dari semua cobaan yang Dia berikan. Modal kita hanya meyakini bahwa cobaan, kesulitan, dan kekurangan berasal dari-Nya. Semua demi kebaikan kita.
Allah menyayangi kita dengan berbagai macam cara. Bukan hanya dengan memudahkan segala urusan kita, tetapi mendidik kita untuk melalui segala rintangan. Ketika kita sudah menerimanya dengan ikhlas, maka Allah telah memberikan apa yang kita inginkan. Ya, masa depan yang terbentang di sana akan diberikan oleh-Nya untuk kita nikmati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar